Saturday, 13 June 2015

Melakar duka

Hampir suku abad aku menjadi suri rumah...bergelar isteri.Mulai saat itu hidupku masuk ke fasa baru...alam baru.kalau dulu aku selalu impikan sebuah kehidupan ceria dan gembira... namun hakikatnya tidak sebegitu.
Aku menjadi semakin rindu dengan ayah ibu.aku ingin kembali merasai saat saat indah yg pernah ku lalui suatu ketika dulu.
segalanya tinggal kenangan...aku sering menjeruk rasa lzntaran hati yg terlalu kerap terguris...ada tikanya hidupku selaku amab ku rasakan..aku dimarah,ditengking ikut rasa...
Entah...sampai bila harus ku hadapi semua ini...hanya airmata yg mampu menemani,..

Saturday, 30 May 2015

Kita Dia Punya

Kita.....sebenarnya x punya apa
semuanya milik Dia
lantaran itu..
kenapa kita harus berbangga
kenapa kita harus meninggi suara
sesama kita
kenapa kita dihambat
rasa benar selamanya
sedangkan kita tak punya apa
Kita
sebenarnya insan daif
tapi seringkali
kita berbangga diri
seolah kita raja
seolah kita x punya dosa
kita boleh buat sesukanya


Tuesday, 26 May 2015

seringkali

Seringkali...
kita menjeruk rasa
lantaran hati diguris luka
seringkali
kita mengesat airmata
lantaran diri dihina nista
tanpa tahu sebab punca.
seringkali
kita memendam rasa
lantaran tak punya kuasa
untuk menangkis segala cela
biar seribu daya
biar sejuta usaha
kita sering ditengking
kita sering diperlekeh
seolah tiada guna
tiada jasa...
Ayuh
kembali kita kepadaNya
kita cuma manusia biasa
perempuan amanah untuk lelaki
anak amanah utk ibubapa
jangan kita alpa...
semuanya akan ditanya
jangan sesekali
biafkan mereka menyeka
airmat duka.

Monday, 25 May 2015

cinta...

Cinta
pada manusia
ada pasang surut
ada sedih pilu
ada terasa luka
ada menjeruk rasa
Cinta
pada Ilahi rabbi
cinta hakiki
cinta abadi
tak pernah kita disakiti
tak pernah dibiar sendiri
penuh kasih suci
penuh hikmah bersemi...

Thursday, 7 May 2015

Melakar Duka Menjeruk Rasa

Bicara ini hanya kadar mrlepaskan sesak di dada.Telah hampir suku abad aku melakar seribu duka dalam menelusuri hari-hari yang mendatang.
Apa lagi yang mampu aku lakukan...hanya kadar menyeka butiran air mata...saban wakrtu dan tika.Apatah lagi sku tak punya ayah ibu untuk berkongsi rasa...hanya Allah tempat aku mengadu..aku yakin Diz Maha Tahu...Maha Pengasih dan Penyayang.
Aku sendiri kurang arif di mana salah dan silapnya aku....segala kehendak dan tugas aku telah tunaikan sesempurna mungkin...tapi sayang semua itu balasannya tengkingan...hamunan.
Aku juga punya rasa..ingin disayangi..dihargai.aku tak ingin intan permata cuma aku terlalu rindu akan ucapan 'terima kasih'namun impisnku hanya terkubur begitu saja.Seringkali aku dihadiahkan dengan 'bodoh'...'bengong'...'pekak'...pendekata semua yg buruk itu untuk aku.
Di matz insan lain kau insan terpilih...nzmun kau tidak sedar bagaimana nanti di hadapan "rabbuljalil",Ya Allah..hidayahkzn suamiku kerana aku mdnyayanginya keranaMu.